Mengenal Badan Usaha dan Perizinannya

Mengenal Badan Usaha dan Perizinannya

Dalam melakukan aktivitas usaha, mungkin kita sering bertanya:

Apakah usaha/perusahaan  yang saya buat harus mempunyai izin?

atau

Izin usaha/ yang saya miliki itu digunakan untuk apa?

Nah  agar dapat mememahami masalah perizinan, sebaiknya kita memahami Intruksi Presiden nomo5 tahun 1984 tentang  Pedoman Penyelenggaraan dan Perizinan di Bidang Usaha.

Ada 4 hal penting terkait perizinan:

1. Tahapan Izin.

Untuk memperoleh izin usaha akan melewati beberapa tahapan secara berjenjang, dimulai dari izin prinsip (Letter of intent), izin sementara, izin tetap, dan yang terakhir adalah izin perluasan.

2. Badan Hukum.

Tidak semua usaha/perusahaan yang dibuat harus memiliki badan hukum.  Dasar bahwa suatu usaha/perusahaan harus memiliki badan hukum diatur oleh beberapa peraturan perundang-undangan yang berbeda, seperti: Kitab Undang-uadang Hukum Dagang (KUHD), Undang-undang Hukum Dagang (UUHD), dan Undang-undang Penanaman Modal Asing (UUPMA).

3. Izin Kementerian.

Usaha/perusahaan dikelompokan kedalam Kategori usaha, perizinan dari Kementerian dilakukan sesuai dengan bidang atau jenis usahanya. Usaha/perusahaan di bidang pertanian, jika memenuhi syarat yang telah ditentukan, harus mendapatkan izin dari Kementerian Pertanian. Usaha/perusahaan di bidang industri, jika memenuhi syarat yang telah ditentukan, harus mendapatkan izin dari Kementerian Perindusterian, dsb.

4. Izin Kementerian Terkait.

Disamping perizinan yang diperoleh dari Kementerian sesuai dengan bidang usahanya, jika hasil produksinya juga diperdagangkan, maka usaha/perusahaan tersebut juga harus mendapatkan izin dari Kementerian Perdagangan. Berlaku juga untuk kementerian terkait sesuai dengan jenis usaha/perusahaannya.

 

Perizinan atas usaha/perusahaan akan tergantung dari besarnya usaha/perusahaan. Dalam perizinan istilah besar/kecilnya usaha/perusahaan disebut sebagai skala usaha.  Skala usaha/perusahaan digolongkan menjadi:

1. Perusahaan Kecil, yaitu usaha dengan modal dan kekayaan bersihnya di bawah Rp.25.000.000,-

2. Perusahaan Menengah, yaitu usaha dengan modal dan kekayaan bersihnya antara Rp.25.000.000,-  sampai dengan Rp.100.000.000,-

3. Perusahaan Besar, yaitu usaha dengan modal dan kekayaan bersihnya di atas Rp.100.000.000,- 

 

Selain menurut skala usahanya, perusahaan digolongkan menjadi:

1. Perusahaan Berbadan Hukum,

2. Perusahaan Tidak Berbadan Hukum.

 

Perusahaan berbadan hukum adalah perusahaan yang dibentuk melalui peraturan Kementerian Kehakiman, seperti: Perseroan Terbatas (PT),  CV, Yayasan, Koperasi, dsb. Dalam pengurusannya biasanya dilakukan oleh Notaris.

Perusahaan tidak berbadan hukum adalah perusahaan yang pembentukannya tidak memerlukan penetapan Kementerian Kehakiman, misalnya: perusahaan perorangan.

 

Berbagai urusan perizinan  seringkali berkaitan dengan perizinan lainnya. Perizinan tersebut biasanya atas dasar Peraturan Daerah (Perda) atau Keputusan Walikota/Bupati. Persyaratan dan prosedurnya akan berbeda untuk setiap daerah, aturan tersebut  seperti:

1. Izin Mendirikan Bangunan Usaha dan Perluasan.

Sebuah perusahaan tentu memerlukan bangunan tempat usaha, walaupun perusahaan tersebut bergerak di dunia maya.  Karena pada saat pengurusan izinnya tentu akan memerlukan alamat kantor perusahaannya. 

Perusahaan yang bidang usahanya akan berdampak kepada lingkungan di sekitarnya, seperti usaha peternakan, industri, dsb tentu akan memerlukan izin tambahan dari lingkungannya.

2. Izin Memasang Papan Nama.

Jika usaha kita hanya memasang spanduk kecil sebagai pemberi tanda nama usaha, tentu tidak memerlukan izin. Namun jika papan nama tersebut dibuat cukup besar seperti neon box, atau tanda nama usaha berada di jalan umum, tentu harus mendapatkan izin dari instansi terkait.

3.  Izin Ganguan / HO

Izin HO harus dimiliki oleh semua badan usaha terutama yang kegiatan usahanya akan menjadikan wilayah di sekitarnya menjadi ramai dikunjungi orang, seperti: cafe, restoran, tempat hiburan dll.

Sumber: Anak Suryo, Tata Cara Mengurus Izin Usaha, 2007.

 

Post Terkait

Tinggalkan Komentar